oleh

Pertumbuhan Smelter Di Morowali bagai Kuncup Bunga,Kerusakannya Pun Bertambah !

Sulteng.viewnews.co.id – pertumbuhan pengelolahan Ore Nikel (Smelter) Di Kabupaten Morowali Propinsi Sulawesi Tengah boleh dikata bagai kuncup bunga yang sedang mekar, hal ini terlihat dari bertambahnya pembangunan smelter PT The Anugerah Smelter (TAS) ,yang berada diwilayah Bungku Pesisir Desa Buleleng Kabupaten Morowali Propinsi Sulawesi Tengah.yang barus saja diresmikan kemarin (18/12/2019).

Tak lain Keseriusan para pemilik Izin IUP di wilayah ini merupakan salah satu terapan aturan undang undang Minerba.diwilayah bungku pesisir desa Laroenai juga telah berdiri Smelter Jenis Tunggu milik PT Transon Group yang beroperasi sejak 2013,dan bersebalahan dengan desa buleleng.

Namun sejak penerbitan IUP diera tahun 2007 begitu banyak kerusakan yang terjadi di wilayah morowali.Sebut saja Smelter Pertama yang berada di wilayah Kecamatan Bahodopi Morowali PT IMIIP,yang sejak beraksi Dua Dekade ,banjir bandang terus menghampiri dan meluluh lantahkan beberapa Desa lingkar tambangnya.

Terparah di tahun 2016 dan 2018 efek kerusakan alam dan fenomena alam ditiap musim penghujan tiba,kini merambah hingga ke wilayah Kecamatan Bungku Timur dan memutuskan Dua Jembatan Negara.kecamatan bungku timur merupakan wilayah konsesi PT Vale Dan Pt Wangxiang yang saat ini sedang Progres Pembuatan Smelter jenis Tunggu.

Sebelumnya wilayah Kabupaten Morowali Termaktup dalam data Tata Ruang Wilayah tahun 2006- 2016 ada Tiga Kecamatan menjadi tata ruang pertambangan,yakni kecamatan Bungku Timur,kecamatan Bahodopi,dan bungku Pesisir,serta Kecamatan Bungku selatan (wilayah kepulauan).

Dalam data minerba saat ini PT IMIIP Kecamatan Bahodopi memiliki Smelter Fero Nikel yang dalam luas areanya terdapat Smelter Milik PT. SMI,PT CGNS,dan PT ITSS,serta Dua Tunggu Milik PT Hengjaya Mineralindo yang beroperasi di Wilayah Bungku Pesisir Desa Tangofa.

Semakin banyaknya smelter otomatis perambahan hutan semakin aktif karena kebutuhan tanah ore nikel semakin banyak pula,action IUP non Cnc yang dulunya tidaj clean n clear juga semakin marak melakukan penggalian area izinnya.

Namun warga di Tiga kecamatan yang terdampak kerusakan akibat fenomena alam (hujan yang terus menerus),hanya bisa pasrah karena mayoritas dari warga lokal mengadu nasip dibeberapa perusahaan tersebut,hingga saat ini belum ada alternatif ampuh yang bisa dilakukan pemerintah setempat dalam menjaga kerusakan terparah ditahun tahun berikutnya.(sumberAkurat Data viewnews) (penulis Risnawati).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya