oleh

BBM Langka,Ali Mazi “kita sudah minta penambahan”

Sultra.viewnews.co.id – beberapa pekan ini kota kendari propinsi sulawesi tenggara (Sultra) mengalami kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) disemua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) terkhusus diwilayah kota kendari,seperti yang terjadi disalah satu SPBU seputaran Bay Pass kota kendari hanya dalam waktu setengah hari Kouta BBM baik itu Bensin Premium,Pertamax,Dan Dexlite,kosong kurun waktu 7 jam ,dan itu terjadi hampir setiap hari selama sepekan bulan ini.

“kosong semua bu,jatah kami habis”,ujar salah satu operator BBM diSPBU Bay pass Kota kendari beberapa hari lalu,jumat (15/11),saat tim viewnews melakukan pengisian BBM diSPBU ini.

Terkait hal tersebut,gubernur Ali Mazi tengah melakukan upaya permintaan Tambahan Kuota BBM untuk kebutuhan Propinsi Sulawesi tenggara,kepada pihak PT. Pertamina Marketing Operational Region (MOR) VII Makassar.meski masih menunggu pergantian Direktur PT.Pertamina Pusat,namun pihaknya telah melakukan upaya penambahan kouta BBM untuk sultra.

“sudah,kita sudah menambah kemarin saya rapat dengan pertamina ,kita minta nambah tapikan sekarang ini masih ada rencana pergantian,yah,kita sabar sebentar,setelah pergantian itu mungkin sudah ada proses”,ujarnya kepada awak media usai melaksanakan acara,dihotel Claro,Sabtu (16/11).

Terkait jumlah kouta sultra diungkapkan direktur pemasaran depot pertamina Kota Kendari sultra khusus penyaluran BBM Ahmad Rahedi mengungkapkan Bahwa penambahan Kuota BBM sultra terjadi ketambahan sebesar 30 persen dari jatah Kuota permintaan untuk tahun 2019.

“untuk pengisian jergen itu ranahnya kepolisian,dan jika laporan masuk spbu akan kita tindaki,untuk kouta BBM sultra,saya tidak bisa memastikan datanya,karena saya dalam perjalanan yang pasti untuk sultra ada ketambahan permintaan sebesar 30 persen dari kouta tetapnya,jika ingin melakukan penambahan lagi tergantung pemdanya,pemda harus menyurat kepusat dulu”,ujarnya kepada awak media saat dikonfirmasi via Jaringan Hand Phone,pada pekan lalu September 2019.

oleh BPH MIGAS dalam Laman Websitenya ,merilis Data untuk kebutuhan sulawesi tenggara untuk tahun 2018 tercatat untuk BBM Dan minyak Tanah (KEROSENE),memiliki jumlah Kuota sebesar 35.168,000 Kilokalori (KL) dengan realisasi sebesar 30.555,000 KL,atau sebesar 86,88 persen,dan untuk BBM Solar sebesar 131.178,000,dengan realisasi sebesar 131.116,470,atau sebesar 99,95 persen.

“memang kita harus ditambah karena memang kita kan ada pertambangan,macam-macam kebutuhan,kita terbesar sekarang,penggunaan solar maupun listrik,kita terbesar untuk disulawesi tenggara,kita membutuhkan tenaga listrik kurang lebih 3.875 MW,ini kita harus tambah terus,”ungkap Gubernur pula.(awal kurniawan).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya