oleh

FJRPar Ngulik Wisata Goa Ular Di Sawapudo Soropia,Plus Nyantai Di Pantai Toronipa

Sultra.viewnews.co.id – wisata Goa merupakan salah satu destinasi alam yang sangat seru untuk selalu dikunjungi,seperti yang terdapat disalah satu bilangan kota kendari yang berbatasan langsung dengan kabupaten konawe kecamatan Soropia Sawapudo.

Kali ini Forum Jurnalis Ramah Pariwisata (FJRPar) mencoba mengulik salah satu destinasi alam milik Kota Kendari Sulawesi Tenggara,yang berjarak tempuh 45 menit dari kota kendari ,dan 20 menit kewisata pantai Toronipa.

Banyak pengalaman seru yang bisa dilihat selama menuju Destinasi alam Goa Ular Soropia,selain pemandangan lautnya yang cantik,kita juga dapat melihat bentangan pulau kecil didepannya,kita juga dapat mengulik beberapa peninggalan sejarah perang dan Tugu Nol Derajat milik kota kendari.

Dalam kisahnya Goa Ular ini ditemukan oleh masyarakat setempat beberapa tahun yang lalu,yang saat itu masih dipenuhi dengan beberapa artefak peninggalan sejarah konu dan tulang belulang manusia,dan memiliki bentangan kedalaman yang tidak sulit untuk dijangkau.

“pertama kali ditemukan oleh masyarakat setempat ,dalam kisahnya saat mereka mencoba menuruni gua ini tiba tiba ada seekor ular yang melintas,maka dinamakanlah gua ular,”ujar salah satu peserta FJRPar Jelajah Sultra yang sudah malang melintang mengunjungi beberapa Destinasi Alam sulawesi tenggara.

Diwilayah Gua Ular ini ,kita juga dapat menikmati hamparan pemandangan laut dan bakau yang teduh,selain itu kita juga dapat menikmati bentangan Batu raksasa yang seru untuk dijadikan sarana climbing dan tempat kemah tentunya.

“Secara geomorfologi dasar bentangan-bentangan ini bukan bentangan sebenarnya ini proses-proses endogen, karna kenapa banyak batu-batuan yang tepisah dari batuan inti jadi proses ini diperkirakan kalau geologi dasar dalam proses pembentukan alam yaitu berkisar muda berkisar 1,6 sampai 3 Juta tahun lalu,jadi terlihat dari dasar tumpuan batu ini,secara telitian batu ini buka satuan dari bentangan gunung dan bukit disekitarnya,batu bukit ini buangan dari lentusan gunung dari kepulauan karena ini mirip dengan beberapa bukit yang ada diwilayah pulau,sebrang laut sana dipastikan ribuan tahun yang lalu.”,ujar La Ode Ali Ahmadi seorang lulusan Arkeolog,yang juga salah satu ASN dinas Parawisata Sultra bidang SDM, ini Menjelaskan.

meski ditempat ini akses jaringan internet masih kurang memadai,namun tidak perlu khawatir untuk mengunjungi tempat seru ini,diseputaran kampug sawahpudo juga terdapat WC umum,dan cemilan jualan warga setempat,untuk diluar hari Wekeend anda disarankan untuk membawa bekal sebanyak banyaknya jika ingin berlama-lama menikmati Kampung Swahpudo soropia ini.(Awal Kurniawan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya